Powered by Blogger.
Showing posts with label Industri. Show all posts
Showing posts with label Industri. Show all posts

Warna Kosmetik Yang Baik

Warna Kosmetik Yang Baik - Terlihat cantik dan menarik memang sudah menjadi keinginan setiap wanita. Karenanya produk kecantikan sendiri sudah ada sejak zaman dahulu. Di zaman dahulu produk kecantikan sendiri masihlah menggunakan bahan alami dengan memanfaatkan berbagai bahan yang ada.

Warna Kosmetik Yang Baik

Akan tetapi, seiring dengan perkembangan zaman kinipun produk kecantikan atau kosmetik juga mengalami perkembangan. Berbagai jenis kosmetik kini sudah tersedia di pasaran dengan berbagai merk dan kegunaannya tersendiri. Semua jenis kosmetik tersebut tentunya bertujuan untuk mempercantik pemakainya.

Agar kosmetik tampak lebih menarik tentunya tidak dapat lepas dari salah satu bahan pembuatannya yaitu zat aditif warna atau pewarna. Aditif warna atau pewarna memainkan peran penting dalam menciptakan beragam warna dan warna kosmetik yang tersedia saat ini.

Sebagian besar produk kosmetik diformulasikan menggunakan beberapa aditif warna karena variasi naungan dari aditif warna yang sama antar batch. Penggunaan berbagai warna tambahan memungkinkan produsen kosmetik dan ahli kimia untuk membuat warna yang diinginkan secara konsisten dengan bereksperimen pada rasio mereka.

Warna Kosmetik Yang Baik


Namun untuk melakukan hal tersebut, penggunaan alat pengukur warna akan sangat membantu dalam pengukuran warna yang konsisten. Bahan aditif pewarna kosmetik sendiri ada beberapa macam, ada yang berupa pigmen, pewarna hingga campuran dari keduanya. Pewarna yang bersifat larut akan memberikan warna dengan penyerapan cahaya.

Pigmen umumnya berubah warna dan tidak larut dengan penyerapan dan hamburan cahaya dimana tekstur pigmen warna ini ada bermacam bentuk seperti bubuk, butiran atau cairan. Pada tiap bentuk, mode pengukuran khusus baik transmitansi atau reflektansi dibutuhkan guna memastikan data warna akurat dan berulang.

Dengan menggunakan alat pengukur warna atau Colorimeter yang baik maka kita akan mampu melakukan pengukuran reflektansi dan transmitansi. Hal ini tentu akan memberikan solusi hemat biaya bagi produsen kosmetik dan ahli kimia.

Colorimeter dengan kualitas yang baik bisa Anda dapatkan di CV. Java Multi Mandiri yang merupakan distributor alat ukur dan alat uji terpercaya. Dapatkan colorimeter dengan harga yang kompetitif dan dapatkan promo menariknya.

Teknik Pembuatan Besi Baja

Teknik Pembuatan Besi Baja - Besi baja merupakan jenis logam yang punya peran penting dalam kehidupan manusia.  Keduanya banyak diaplikasikan untuk berbagai proyek konstruksi dan maupun untuk kebutuhan hidup manusia. Logam ini juga termasuk unsur terbanyak yang ada di bumi, namun untuk membuatnya menjadi produk yang biasa kita gunakan sehari - hari ada banyak proses yang harus dilalui. Untuk lebih jelasnya, kita simak penjelasan berikut ini.

Teknik Pembuatan Besi Baja
Sumber : Alat Uji Kekerasan
Pengenalan tentang Besi dan Baja

Besi adalah logam paling banyak kedua di kerak bumi setelah aluminium dan ini merupakan unsur yang reaktif terhadap oksigen dan air. Besi segar memiliki permukaan abu - abu keperakan yang akan berubah apabila teroksidasi dalam air normal, yang akan menyebabkan oksida besi hidrat (karat).

Pada dasarnya bijih besi terbuat dari oksida (magnetit, hematit dan limonit), karbonat (siderit) dan sulfida (pyrite). Banyak endapan bijih ditemukan di cekungan Mediterania bagian timur dan bisa mudah dikenali karena terkait dengan warna merah karat dari bumi.

Baja adalah logam yang dihasilkan dari paduan beberapa logam lainnya seperti besi, karbon, mangan, fosfor, belerang, silikon hingga sebagian kecil dari aluminium, nitrogen dan oksigen. Karakteristik baja yang berbeda dapat dihasilkan menggunakan paduan seperti nikel, titanium, boron, niobium, kromium, vanadium dan molydenum.

Salah satu unsur yang penting dalam pembuatan baja adalah adanya paduan karbon yang bertujuan untuk meningkatkan kekerasan dan kekuatan tarik baja. Kandungan karbon akan mencegah pergeseran dalam kisi kristal atom besi sehingga berguna untuk mengeraskan baja. Umumnya kandungan karbon dalam baja adalah antara 0,2 - 2,1% disesuaikan dengan kualitasnya.

Kandungan karbon ini akan membuat baja menjadi berwarna hitam sehingga sering disebut baja hitam. Biasanya, bahan ini digunakan untuk membuat alat-alat pertukangan seperti sabit, cangkul, linggis, dan lain - lain. Saat ini, baja adalah salah satu bahan yang paling banyak digunakan di dunia industri dan proses membangun bangunan.

Perbedaan Besi dan Baja
  • Besi merupakan material alami yang terbuat dari unsur ferrum (Fe) yang diperoleh dari pertambangan kemudian diolah
  • Baja merupakan logam yang terbuat dari unsur utamanya yaitu besi yang dipadukan dengan unsur lain seperti karbon, mangan, fosfor, sulfur, silikon, aluminium, nitrogen dan oksigen

Teknik Pembuatan Besi Baja


Teknologi Awal Pengolahan Besi dan Baja
  • Iron Ores (Bijih Besi)
Bukti kegiatan penambangan awal terlihat di endapan daerah Suriah dan Cappadocia. Eksploitasi dalam skala besar pertama terjadi di sana yaitu di daerah Germanicia di Turki Tenggara sebelah utara kota kuno Duluk. Daerah ini sering dianggap sebagai cradle atau ironmaking. Tempat produksi di Tabriz dan dataran Persepolis di Iran juga terkait dengan bukti kegiatan pembuatan besi awal.
  • Iron Making (Pengolahan Besi)
Pada proses pembuatan besi yang paling awal, bijih yang telah dicuci dan dihancurkan dipanaskan dengan arang dalam sebuah tungku tradisional, biasanya berupa lubang sederhana di tanah. Suhu tercapai tidak mencukupi untuk mencapai leleh dan oksidasi bijih dikurangi dengan karbon dalam keadaan padat, mengarah ke gumpalan yang disebut bloom. Ampas bijih disingkirkan dan bloom berulang kali dipanaskan dan dipalu untuk mengusir sisa ampas, dan membentuk massa yang lebih padat. Bijih yang diperoleh dengan cara ini sepenuhnya murni, dengan kandungan karbon rendah. Oleh karena itu mudah dibentuk dan relatif lunak.

Proses Pengolahan Besi

Ada dua cara dalam pembuatan besi yaitu dengan cara Blast Furnace dan Electric Arc Furnace (EAF). Perbedaan Blast Furnace dan EAF yaitu terletak pada bahan dasarnya. Dalam proses Blast Furnance, menggunakan banyak bahan bakar (Coke), hal ini berbeda dengan proses EAF yang tidak menggunakan Coke. Secara sederhana, berikut adalah proses pembuatan baja dari awal hingga menjadi baja konstruksi atau lembaran :

1. Proses Pertama

Pertama - tama kita harus memperhatikan komponen dasar seperti iron ore (bijih besi), limestone (tanah kapur), coke (dibuat dari coal, khusus untuk pembuatan steel). Semua komponen dasar tersebut kemudian dimasukkan ke dalam blast furnace.

Cairan besi (molten iron) yang panas di dalam furnace terpisah menjadi 2 bagian. Bagian atas yaitu slag (waste, impurities), sedangkan besi yang hendak dipakai ada di bagian bawahnya barulah menghasilkan besi yang akan dicetak menjadi pig iron dengan kadar karbon yang mencapai 2%.

2. Proses Kedua

Pig iron dimasukkan ke dalam primary steelmaking furnace yang dapat berupa oxygen furnace, electric arc furnace maupun open hearth furnace. Pada proses ini, berbagai bahan kimia ditambahkan ke dalam furnace untuk mendapatkan material properties yang diinginkan. Seringkali, scrap juga dimasukkan ke dalam furnace ini.

Dalam proses yang menggunakan oksigen, karbon di dalam molten iron akan bereaksi dengan oksigen untuk menghasilkan gas karbon monoksida yang harus keluar. Kalau tidak, bisa membentuk ‘gas pockets’ (rimming) saat menjadi dingin (rimmed steel). Untuk menghindarinya, bisa menggunakan deoxidizer seperti silikon dan aluminum. Baja yang dihasilkan adalah killed steel atau semi-killed steel. Baja yang dihasilkan dicetak dalam bentuk slab, billet, dan bloom.

3. Proses Ketiga

Baja yang telah dicetak dalam bentuk slab, bloom atau billet tersebut selanjutnya dibentuk menjadi berbagai macam profil seperti H-beam, Angle (siku), Channel, rel kereta, pelat, pipa (seamless pipe), dan sebagainya.

Jenis Ban Moto GP

Jenis Ban Moto GP - Tentu Anda sudah tidak asing lagi dengan ajang balap motor paling terkenal di dunia yaitu Moto GP. Apabila Anda termasuk orang yang mengikuti ajang balap motor ini tentu Anda akan sering mendengar komentator membahas masalah ban selain mesin dan kondisi balapan.

Jenis Ban Moto GP

Pemilihan ban menjadi faktor penting yang dapat menjadikan seorang pembalap moto GP dapat menaiki podium. Dalam balap moto GP sendiri terdapat 3 jenis ban yang digunakan yaitu ban kering (slick), ban basah (wet/rain) dan ban intermediate.

Namun saat Michelin menjadi suplier ban untuk moto GP jenis intermediate tidak dipakai lagi. Berbeda saat Bridgestone yang menjadi suplier ban untuk moto GP yang masih menggunakan ban jenis intermediate. Jenis ban ini tidak digunakan karena memang ban jenis ini tidak disukai oleh para rider.

Secara umum ban moto GP dibagi menjadi 2 kategori yaitu berdasarkan pemakaian dan juga berdasarkan tingkat kekerasannya, untuk lebih jelasnya akan kita bahas keduanya.

Jenis Ban Moto GP berdasarkan Pemakaian :

1. Ban Slick pada Moto GP

Ban kering atau ban slick pada motoGP merupakan ban yang memiliki permukaan yang polos dan tak memiliki alur dimana ban ini digunakan pada lintasan dengan tipe kering.

Pemakaian ban ini akan memberikan tapakan yang maksimal bagi motor sehingga menunjangnya untuk mencapai kecepatan tertinggi. Sebagai catatan, ban tipe ini mampu bertahan hingga pada suhu 100 derajat celcius.

2. Ban basah (wet) pada Moto GP

Ban tipe ini tentu memiliki karakteristik yang sangat berbeda dengan ban tipe kering dimana pada ban tipe basah mempunyai alur. Ban ini memang dirancang untuk memecahkan air agar pembalap dapat melakukan race dengan maksimal tanpa mengalami tergelincir.

Macam - Macam Ban Moto GP berdasarkan Kekerasan :

Tipe ban berdasarkan pemakaiannya tersebut terbagi lagi dalam 3 kategori yang ketiganya tentu memiliki nilai kekerasan yang berbeda - beda berdasarkan alat ukur kekerasan / hardness tester. Kekerasan ban ini tentu berhubungan dengan ketebalan dari ban itu sendiri.

Berdasarkan tingkat kekerasannya tersebut ban moto GP dibagi dalam 3 kategori yaitu hard, soft dan medium yang penggunaannya berdasarkan seberapa keras aspal pada lintasan. Dari ketiga kategori tersebut maka kategori hard-lah yang memiliki daya tahan yang paling baik.

Jenis ban moto GP ini dapat dibedakan dengan melihat tanda strip yang terdapat pada ban moto GP tersebut. Untuk lebih jelasnya berikut adalah beberapa tanda strip pada ban dan maksudnya :
  • Hard - slick = Tanda garis Kuning.
  • Medium slick = Tanpa tanda (hitam).
  • Soft slick = Tanda garis putih.
  • Ban basah (wet) Intermediate = Tanda garis abu - abu.
  • Hard wet = Tanpa tanda (hitam).
  • Soft wet = Tanda garis Biru
Demikian adalah beberapa jenis ban moto GP yang tentunya akan menambah pengetahuan bagi para pecinta moto GP tentunya.