Powered by Blogger.
Showing posts with label besi. Show all posts
Showing posts with label besi. Show all posts

Teknik Pembuatan Besi Baja

Teknik Pembuatan Besi Baja - Besi baja merupakan jenis logam yang punya peran penting dalam kehidupan manusia.  Keduanya banyak diaplikasikan untuk berbagai proyek konstruksi dan maupun untuk kebutuhan hidup manusia. Logam ini juga termasuk unsur terbanyak yang ada di bumi, namun untuk membuatnya menjadi produk yang biasa kita gunakan sehari - hari ada banyak proses yang harus dilalui. Untuk lebih jelasnya, kita simak penjelasan berikut ini.

Teknik Pembuatan Besi Baja
Sumber : Alat Uji Kekerasan
Pengenalan tentang Besi dan Baja

Besi adalah logam paling banyak kedua di kerak bumi setelah aluminium dan ini merupakan unsur yang reaktif terhadap oksigen dan air. Besi segar memiliki permukaan abu - abu keperakan yang akan berubah apabila teroksidasi dalam air normal, yang akan menyebabkan oksida besi hidrat (karat).

Pada dasarnya bijih besi terbuat dari oksida (magnetit, hematit dan limonit), karbonat (siderit) dan sulfida (pyrite). Banyak endapan bijih ditemukan di cekungan Mediterania bagian timur dan bisa mudah dikenali karena terkait dengan warna merah karat dari bumi.

Baja adalah logam yang dihasilkan dari paduan beberapa logam lainnya seperti besi, karbon, mangan, fosfor, belerang, silikon hingga sebagian kecil dari aluminium, nitrogen dan oksigen. Karakteristik baja yang berbeda dapat dihasilkan menggunakan paduan seperti nikel, titanium, boron, niobium, kromium, vanadium dan molydenum.

Salah satu unsur yang penting dalam pembuatan baja adalah adanya paduan karbon yang bertujuan untuk meningkatkan kekerasan dan kekuatan tarik baja. Kandungan karbon akan mencegah pergeseran dalam kisi kristal atom besi sehingga berguna untuk mengeraskan baja. Umumnya kandungan karbon dalam baja adalah antara 0,2 - 2,1% disesuaikan dengan kualitasnya.

Kandungan karbon ini akan membuat baja menjadi berwarna hitam sehingga sering disebut baja hitam. Biasanya, bahan ini digunakan untuk membuat alat-alat pertukangan seperti sabit, cangkul, linggis, dan lain - lain. Saat ini, baja adalah salah satu bahan yang paling banyak digunakan di dunia industri dan proses membangun bangunan.

Perbedaan Besi dan Baja
  • Besi merupakan material alami yang terbuat dari unsur ferrum (Fe) yang diperoleh dari pertambangan kemudian diolah
  • Baja merupakan logam yang terbuat dari unsur utamanya yaitu besi yang dipadukan dengan unsur lain seperti karbon, mangan, fosfor, sulfur, silikon, aluminium, nitrogen dan oksigen

Teknik Pembuatan Besi Baja


Teknologi Awal Pengolahan Besi dan Baja
  • Iron Ores (Bijih Besi)
Bukti kegiatan penambangan awal terlihat di endapan daerah Suriah dan Cappadocia. Eksploitasi dalam skala besar pertama terjadi di sana yaitu di daerah Germanicia di Turki Tenggara sebelah utara kota kuno Duluk. Daerah ini sering dianggap sebagai cradle atau ironmaking. Tempat produksi di Tabriz dan dataran Persepolis di Iran juga terkait dengan bukti kegiatan pembuatan besi awal.
  • Iron Making (Pengolahan Besi)
Pada proses pembuatan besi yang paling awal, bijih yang telah dicuci dan dihancurkan dipanaskan dengan arang dalam sebuah tungku tradisional, biasanya berupa lubang sederhana di tanah. Suhu tercapai tidak mencukupi untuk mencapai leleh dan oksidasi bijih dikurangi dengan karbon dalam keadaan padat, mengarah ke gumpalan yang disebut bloom. Ampas bijih disingkirkan dan bloom berulang kali dipanaskan dan dipalu untuk mengusir sisa ampas, dan membentuk massa yang lebih padat. Bijih yang diperoleh dengan cara ini sepenuhnya murni, dengan kandungan karbon rendah. Oleh karena itu mudah dibentuk dan relatif lunak.

Proses Pengolahan Besi

Ada dua cara dalam pembuatan besi yaitu dengan cara Blast Furnace dan Electric Arc Furnace (EAF). Perbedaan Blast Furnace dan EAF yaitu terletak pada bahan dasarnya. Dalam proses Blast Furnance, menggunakan banyak bahan bakar (Coke), hal ini berbeda dengan proses EAF yang tidak menggunakan Coke. Secara sederhana, berikut adalah proses pembuatan baja dari awal hingga menjadi baja konstruksi atau lembaran :

1. Proses Pertama

Pertama - tama kita harus memperhatikan komponen dasar seperti iron ore (bijih besi), limestone (tanah kapur), coke (dibuat dari coal, khusus untuk pembuatan steel). Semua komponen dasar tersebut kemudian dimasukkan ke dalam blast furnace.

Cairan besi (molten iron) yang panas di dalam furnace terpisah menjadi 2 bagian. Bagian atas yaitu slag (waste, impurities), sedangkan besi yang hendak dipakai ada di bagian bawahnya barulah menghasilkan besi yang akan dicetak menjadi pig iron dengan kadar karbon yang mencapai 2%.

2. Proses Kedua

Pig iron dimasukkan ke dalam primary steelmaking furnace yang dapat berupa oxygen furnace, electric arc furnace maupun open hearth furnace. Pada proses ini, berbagai bahan kimia ditambahkan ke dalam furnace untuk mendapatkan material properties yang diinginkan. Seringkali, scrap juga dimasukkan ke dalam furnace ini.

Dalam proses yang menggunakan oksigen, karbon di dalam molten iron akan bereaksi dengan oksigen untuk menghasilkan gas karbon monoksida yang harus keluar. Kalau tidak, bisa membentuk ‘gas pockets’ (rimming) saat menjadi dingin (rimmed steel). Untuk menghindarinya, bisa menggunakan deoxidizer seperti silikon dan aluminum. Baja yang dihasilkan adalah killed steel atau semi-killed steel. Baja yang dihasilkan dicetak dalam bentuk slab, billet, dan bloom.

3. Proses Ketiga

Baja yang telah dicetak dalam bentuk slab, bloom atau billet tersebut selanjutnya dibentuk menjadi berbagai macam profil seperti H-beam, Angle (siku), Channel, rel kereta, pelat, pipa (seamless pipe), dan sebagainya.

Jenis Logam Yang Keras

Jenis Logam Yang Keras - Setiap hari tentu kita sering menggunakan benda yang terbuat dari bahan logam, dalam gambaran kita tentunya logam merupakan suatu material yang padat, keras dan kuat. Namun tahukah Anda bahwa logam sendiri mempunyai tingkat kekerasannya tersendiri. Setiap jenis logam mempunyai tingkat kekerasannya sendiri.

Jenis Logam Yang Keras

Akan tetapi ada beberapa jenis logam yang mempunyai tingkat kekerasan yang paling tinggi. Tingkat kekerasan logam ini sekarang dapat kita ukur menggunakan sebuah alat uji kekerasan atau hardness tester. Untuk lebih jelasnya berikut beberapa jenis logam yang keras :

Jenis Logam Yang Keras

1. Tungsten (W)

Tungsten adalah logam dengan warna abu - abu yang dapat kita temukan dengan lumayan mudah dalam campuran beberapa elemen kimia. Jenis logam ini mempunyai tingkat kepadatan yang sangat tinggi yang dapat mencapai 19,3 kali lebih padat dibandingkan air dan 71% lebih padat dari pada timah dan juga sedikit lebih padat dibandingkan uranium. Karena hal inilah yang membuat tungsten menjadi salah satu jenis logam yang paling keras.

2. Osmium (Os)

Meskipun jenis logam osmium merupakan logam transisi, akan tetapi kita dapat menemukannya dengan mudah. Logam ini mempunyai nilai densitas sebesar 22,59 g/cm3 yang mana nilai ini 2 kali lipat lebih besar dari timah. Karakter lain dari logam ini adalah titik lebur dan kepadatannya yang tinggi dan kurang lebih dapat dikatakan sama dengan logam tungsten.

3. Titanium (Ti)

Logam titanium memiliki tingkat kepadatan yang sedikit lebih rendah dari dua jenis logam sebelumnya, akan tetapi titanium mempunyai kekuatan tinggi, kelenturan tinggi dan sangat tahan terhadap korosi. Titanium juga mempunyai titik lebur yang sangat tinggi hingga mencapai 1650 derajat Celcius (1923 K). Kekuatan tarik logam titanium juga dapat mencapai 63000 psi. Logam ini juga mempunyai berat yang hanya sekitar 60% dari berat baja dengan ukuran yang sama namun kekuatannya dapat melebihi baja.

4. Borazon

Logam Borazon merupakan material yang terbentuk dari hasil pemanasan sejumlah nitrogen dengan menggunakan tekanan sekitar 7 GPa dengan suhu 1800 derajat Celcius dan lebih dikenal dengan cubic boron nitride. Karenanya logam yang mempunyai rumus kimia CBN menjadi salah satu logam paling keras yang ada di bumi. Logam jenis ini banyak digunakan sebagai alat penggiling dan pengganti dari mineral berlian karena memiliki harga yang lebih murah dibandingkan berlian.

5. Lonsdaleite

Material ini hampir mirip dengan berlian akan tetapi dapat dikatakan lebih keras dibandingkan berlian. Logam ini terbentuk dari logam - logam yang sama akan tetapi memiliki bentuk yang berbeda sehingga logam ini mempunyai tingkat kekerasan 58% lebih keras dibandingkan dengan berlian. Akan tetapi material ini dapat dikatakan langka karena terbentuk dari meteorit yang mengandung grafit saat jatuh ke bumi. Oleh karena itu logam ini saat digunakan dalam penelitian maka para ilmuwan akan sangat berhati - hati.

6. Wurtzite Boron Nitride

Material Wurtzite Boron Nitride merupakan material yang baru ditemukan dan menjadi material paling keras dan berhasil menggusur kedudukan berlian. Sebenarnya Wurtzite dan Berlian mempunyai struktur level yang sama, namun kenapa material ini dikatakan lebih keras dibandingkan berlian?

Sebab Wurtzite terbentuk atau tercipta dari suhu yang panasnya dengan tekanan yang sangat tinggi, seperti ketika erupsi gunung merapi. Logam ini digunakan sebagai bahan dasar pembuatan alat potong dan juga perkakas karena sifatnya yang sangat keras yang lebih keras 18% dibandingkan berlian.